Frequently Asked Questions

A. LELANG.GO.ID
  1. Q : Apakah akun pribadi bisa digunakan untuk mengikuti lelang orang lain?
    A : Akun pribadi pada portal lelang.go.id hanya dapat digunakan untuk mengikuti lelang selaku perwakilan dari badan hukum. Sedangkan untuk perwakilan orang pribadi tidak dapat dilakukan.
  2. Q : Apakah Nomor Rekening yang saya daftarkan bisa diganti?
    A : Nomor Rekening yang Anda daftarkan bisa diganti jika Anda sedang tidak mengikuti lelang. Tetapi, jika Anda sudah mengikuti lelang, perubahan baru bisa dilakukan setelah lelang selesai..
  3. Q : Bagaimana jika saya salah menginput Nama Lengkap?
    A : Data Nama Lengkap tidak dapat diubah, Jika terdapat kesalahan penginputan silahkan membuat akun baru dengan nama yang sudah benar dengan alamat email yang berbeda.
  4. Q : Bagaimana cara mendaftar akun lelang.go.id?
    A : Untuk dapat mendaftar akun lelang.go.id dapat dilihat pada langkah dibawah ini:
    1. Membuka website lelang DJKN dengan alamat lelang.go.id;
    2. Pada sudut kanan atas klik sign in/Daftar kemudian klik Daftar;
      Isi data Pendaftaran secara lengkap sebagai berikut:
      1. Nama Lengkap: diisi dengan nama lengkap Anda sesuai dengan identitas diri (KTP), perlu diketahui untuk data nama lengkap yang sudah Anda isi tidak dapat diubah.
      2. Alamat E-Mail.
      3. Nomor Handphone: diisi dengan data nomor handphone Anda sendiri.
      4. Password: Masukkan password Anda dan pastikan Anda tidak lupa.
      5. Ulangi Password.
    3. Klik Daftar;
    4. Kemudian buka email yang telah Anda daftarkan sebelumnya, klik link aktivasi yang dikirimkan sistem lelang;
    5. Jika aktivasi Anda berhasil, maka Anda akan mendapatkan email pemberitahuan bahwa akun Anda telah aktif;
    6. Selesai.
  5. Q : Bagaimana cara mengetahui lelang yang sedang saya ikuti?
    A : Cara untuk mengetahui lelang yang sedang diikuti sebagai berikut:
    1. Sign in ke akun Lelang.go.id Anda;
    2. Klik Lelang saya, kemudian klik status lelang.
    3. Selesai.
  6. Q : Bagaimana cara mengganti nomor rekening di akun lelang.go.id?
    A : Cara mengganti nomor rekening di akun lelang.go.id adalah sebagai berikut:
    1. Sign in ke akun Lelang.go.id Anda;
    2. Klik pada menu Persyaratan Lelang, kemudian klik Rekening Bank;
    3. Klik Hapus pada data rekening bank yang sudah Anda daftarkan sebelumnya. Jika berhasil maka ada pemberitahuan "Data Rekening berhasil dihapus";
    4. Klik Tambah Rekening. Isi dengan data rekening Anda yang baru.
  7. Q : Bagaimana cara mengikuti lelang online?
    A : Cara mengikuti lelang online adalah sebagai berikut:
    1. Sign in ke akun Lelang.go.id Anda;
    2. Klik objek lelang yang ingin Anda beli, Klik Ikut Lelang
    3. Centang status keikutsertaan Anda "Saya mengikuti lelang ini untuk diri saya sendiri" atau "Saya mengikuti lelang ini atas kuasa dari badan hukum" dan lengkapi dokumen sesuai yang disyaratkan dalam pengumuman lelang;
    4. Centang pernyataan "Saya berkehendak untuk mengikuti lelang serta telah membaca dan menyetujui Syarat dan Ketentuan lelang ini";
    5. Klik Ikut Lelang Ini;
    6. Setor uang jaminan lelang sesuai jumlah yang sudah ditentukan.
    7. Klik Lihat Petunjuk Pembayaran untuk mengetahui informasi detail terkait cara pembayaran;
    8. Pegawai KPKNL akan memverifikasi atas penyetoran uang jaminan lelang tersebut terlebih dahulu agar Anda dapat mengajukan penawaran lelang.
  8. Q : Bagaimana jika KTP saya belum di verifikasi?
    A : Verifikasi KTP dilakukan secara manual oleh KPKNL yang ditunjuk. Apabila peserta lelang membutuhkan waktu yang cepat, silahkan hubungi KPKNL terkait.
  9. Q : Bagaimana jika NPWP saya belum diverifikasi padahal sudah input NPWP?
    A : Validasi NPWP dilakukan secara otomatis oleh sistem, tidak secara manual oleh KPKNL. Jika terdapat kendala, hubungi Call Center Pajak (1500200).
  10. Q : Bagaimana jika pada saat pelaksanaan lelang server down?
    A : Untuk mekanisme nya adalah:
    1. Dalam hal terdapat Gangguan Teknis dalam pelaksanaan Lelang Melalui Internet dengan penawaran tertutup (closed bidding), Pejabat Lelang berwenang mengambil tindakan sebagai berikut:
      1. Membatalkan lelang, jika gangguan geknis tidak dapat di tanggulangi hingga jam kerja berakhir pada hari pelaksanaan lelang; atau
      2. Melaksanakan lelang setelah gangguan teknis dapat ditanggulangi sebelum Jam Kerja berakhir pada hari pelaksanaan lelang.
    2. Dalam hal terdapat gangguan teknis dalam pelaksanaan lelang melalui internet dengan penawaran terbuka (open bidding), Pejabat Lelang berwenang mengambil tindakan sebagai berikut:
    3. Membatalkan lelang, jika gangguan teknis tidak dapat ditanggulangi hingga jam kerja berakhir pada hari pelaksanaan lelang; atau
    4. melaksanakan lelang dengan jangka waktu penawaran sekurang-kurangnya akumulasi 2 (dua) jam, setelah gangguan teknis dapat ditanggulangi sebelum jam kerja berakhir pada hari pelaksanaan lelang.
  11. Q : Bagaimana jika saya lupa alamat email?
    A : Silahkan Anda membuat akun baru dengan data yang sama dengan alamat email yang berbeda.
  12. Q : Bagaimana jika saya lupa password?
    A : Jika Anda lupa password, dapat mengikuti langkah dibawah ini:
    1. Membuka website lelang DJKN dengan alamat https://www.lelang.go.id/
    2. Pada sudut kanan atas klik sign in/Daftar kemudian klik Sign in;
    3. Klik Lupa Password?;
    4. Masukan alamat email Anda;
    5. Password baru akan dikirimkan ke alamat email pemohon;
    6. Ikuti petunjuk yang dikirimkan pada email Anda.
  13. Q : Bagaimana mengikuti lelang tetapi belum memiliki NPWP?
    A : Segera membuat NPWP di Kantor Pajak setempat. NPWP akan dipergunakan untuk lelang barang tidak bergerak dan pendaftaran serta penawaran lelang melalui internet
  14. Q : Bagaimana mengikuti lelang tetapi belum memiliki e-KTP?
    A : Anda dapat mengikuti lelang sepanjang KTP non elektronik atau surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan catatan sipil setempat masih berlaku.
  15. Q : Jika server down, apakah ada tambahan waktu untuk melakukan penawaran?
    A : Tambahan waktu untuk melakukan penawaran dilakukan untuk penawaran terbuka (open bidding) sampai dengan memperhitungkan akumulasi waktu 2 jam.
  16. Q : Mengapa verifikasi KTP gagal?
    A : Untuk penyebabnya diantaranya yaitu:
    1. Masa berlaku KTP telah berakhir (non e-KTP);
    2. Terdapat perbedaan data antara file yang diupload dengan data nama lengkap dan NIK yang diinput pada saat pendaftaran akun;
    3. Gambar KTP yang diupload kurang jelas.
B. OBJEK LELANG
  1. Q : Apakah objek lelang dapat dikirimkan ke pemenang lelang?
    A : Saat ini belum ada fasilitas pada KPKNL untuk pengiriman objek lelang, pemenang lelang harus mengambil sendiri dan berkoordinasi dengan penjual.
  2. Q : Bagaimana cara melihat objek lelang?
    A : Menghubungi penjual untuk melihat secara fisik (real) di lapangan mengenai objek lelang atau melihat pengumuman lelang
  3. Q : Bagaimana cara mengambil objek lelang yang sudah saya menangkan?
    A : Caranya adalah sebagai berikut:
    1. Mendatangi KPKNL untuk meminta kuitansi pelunasan dan kutipan risalah lelang;
    2. Mendatangi penjual dengan membawa kuitansi pelunasan dan kutipan risalah lelang.
  4. Q : Bagaimana jika deskripsi objek pada pengumuman lelang beda dengan kutipan risalah lelang?
    A : Ketentuan untuk deskripsi objek yang disampaikan pada pengumuman lelang berbeda dengan kutipan risalah lelang berbeda, sehingga pemenang merasa dirugikan adalah sebagai berikut:
    1. Objek lelang dijual dalam kondisi apa adanya, sehingga peserta wajib meneliti objek lelang dan menginformasikan adanya perbedaan sebelum mengajukan penawaran lelang, peserta lelang dianggap telah mengetahui secara penuh kondisi objek lelang pada saat mengajukan penawaran. Jika merasa dirugikan dapat menempuh upaya hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;
    2. Jika perbedaan terjadi karena kesalahan redaksional, maka dapat mengajukan surat permohonan perbaikan kutipan risalah lelang kepada Kepala KPKNL penyelenggara lelang.
  5. Q : Bagaimana mencari objek lelang yang diminati berdasarkan lokasi objek lelang di lelang.go.id?
    A :
    1. Buka website lelang online dengan alamat lelang.go.id;
    2. Pilih Kantor Wilayah dan KPKNL penyelenggara lelang;
    3. Masukkan lokasi yang diinginkan pada pencarian menggunakan kata kunci.
  6. Q: Bagaimana mengosongkan objek lelang yang telah dibeli, jika kondisinya masih berpenghuni?
    A : Cara mengosongkan objek lelang tanah dan/atau bangunan yang telah dibeli, jika kondisinya masih berpenghuni adalah sebagai berikut:
    1. Pengosongan dapat dilakukan dengan mengajukan permohonan pengosongan kepada Pengadilan setelah memperoleh Grosse Risalah Lelang
  7. Q : jika objek lelang berupa tanah dan/atau bangunan bagaimana cara balik nama nya?
    A : Setelah mendapatkan Kutipan Risalah Lelang dan Kuitansi Pelunasan Harga Lelang, dapat langsung menggunakan balik nama ke Kantor Pertanahan dan melampirkan antara lain:
    1. Asli sertifikat bukti kepemilikan;
    2. Asli Kutipan Risalah Lelang;
    3. Kuitansi Pelunasan Harga Lelang;
    4. Bukti Penyetoran PPh atas Tanah dan Bangunan;
    5. Bukti Penyetoran BPHTB.
  8. Q : Jika objek lelang kendaraan, tanpa BPKB dan/atau STNK bagaimana cara balik nama nya?
    A : Setelah mendapatkan Kutipan Risalah Lelang dan Kuitansi Pelunasan Harga Lelang, dapat langsung mengajukan pendaftaran Regident Ranmor hasil lelang pada wilayah Regident Ranmor sesuai alamat pemenang lelang.
  9. Q : Apa saja obyek lelang yang dilelang di portal lelang.go.id?
    A : Obyek yang dilelang melalui lelang.go.id dapat berupa barang berwujud seperti : tanah dan/atau bangunan, kendaraan, bongkaran, scrapt, inventaris, dan lain-lain serta barang tidak berwujud berupa hak atas menikmati barang (hak sewa).
  10. Q : Sampai kapan batas tayang obyek lelang pada portal lelang.go.id?
    A : Lot (objek) lelang ditayangkan pada portal lelang.go.id sampai dengan jam pelaksanaan lelang lot (objek) tersebut.
  11. Q : Apakah barang yang dilelang sama dengan foto yang ditayangkan pada portal lelang.go.id?
    A : Barang dijual melalui lelang secara as is (apa adanya). Foto yang tayang pada portal lelang.go.id merepresentasikan obyek lelang dan merupakan tanggung jawab Penjual. Apabila ingin melihat obyek lelang secara langsung dapat menghubungi pihak Penjual.
C. PENGAJUAN LELANG
  1. Q : Apa faktor penyebab lelang dibatalkan?
    A : Lelang dibatalkan karena hal-hal sebagai berikut:
    1. Atas permintaan penjual;
    2. Adanya Putusan Pengadilan/Hakim;
    3. Pembatalan oleh Pejabat Lelang sesuai dengan Pasal 30 PMK 27/PMK.06/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang.
  2. Q: Bagaimana cara mengajukan permohonan lelang?
    A: Cara untuk mengajukan permohonan lelang adalah sebagai berikut:
    1. Membuka website DJKN www.djkn.kemenkeu.go.id/
    2. Klik Ke Homepage, kemudian klik Knowledge Base;
    3. Pilih Lelang, kemudian klik subfolder Jenis lelang dan persyaratannya;
    4. Pilih jenis lelang yang akan Anda ajukan;
    5. Melengkapi persyaratan lelang;
    6. Ajukan secara tertulis kepada Kepala KPKNL penyelenggara lelang;
    7. Untuk permohonan online akan diatur kemudian.
  3. Q: Bagaimana jika KPKNL telat meng-upload pengumuman lelang di lelang.go.id ?
    A: Jika KPKNL telat meng-upload pengumuman lelang di lelang.go.id, lelang tetap sah, karena ada pengumuman resmi. Akan ada mekanisme monitoring dan evaluasi sesuai ketentuan.
  4. Q: Berapa lama lelang yang diajukan diupload di website lelang DJKN ?
    A: Lelang akan di-upload di website lelang DJKN dengan ketentuan:
    1. Untuk lelang dengan satu kali pengumuman lelang, upload data akan dilakukan paling lambat tiga hari setelah pengumuman lelang tersebut;
    2. Untuk lelang dengan dua kali pengumuman lelang, upload data dilakukan paling lambat lima hari setelah pengumuman lelang tersebut;
    3. Untuk lelang ulang, upload data dilakukan paling lambat tiga hari setelah pengumuman lelang ulang terbit
  5. Q: Objek lelang beda wilayah dengan lokasi penjual lelang, KPKNL penyelenggara dipilih yang mana?
    A:
    1. Jika objek lelang hanya ada di satu lokasi maka Anda dapat mengajukan permohonan lelang di KPKNL yang berwenang terhadap objek lelang;
    2. Apabila objek lelang lebih dari satu dan berada di berbagai lokasi maka dapat dilakukan ke masing-masing KPKNL.
D. UANG JAMINAN LELANG
  1. Q : Apabila lelang dibatalkan, pengembalian uang jaminan lelang berapa lama?
    A : Pengembalian uang jaminan penawaran lelang paling lambat 1 (satu) hari kerja sejak permintaan pengembalian dari peserta lelang diterima.
  2. Q : Apabila pengembalian uang jaminan lebih dari waktu yang ditentukan, apa yang harus saya lakukan ?
    A : Segera hubungi KPKNL tempat Anda mengikuti lelang atau Call Center DJKN 1500 991.
  3. Q : Apakah penyetoran uang jaminan lelang dapat dilakukan oleh orang lain?
    A : Pada prinsipnya dapat dilakukan untuk hal-hal sebagai berikut:
    1. Untuk penyetoran secara tunai langsung kepada Pejabat Lelang, sepanjang dilengkapi surat kuasa bahwa penyetoran tersebut untuk orang lain;
    2. Untuk penyetoran uang secara tunai melalui teller bank, dengan mencantumkan nama peserta lelang pada slip penyetoran;
    3. Untuk pemindahbukuan harus dilakukan dari rekening peserta lelang (tidak boleh dari rekening orang lain);
    4. Untuk pemindahbukuan melalui VA (virtual account) mengikuti mekanisme cashmanagement dari Bank Mitra. Saat ini masih bisa melalui pemindahbukuan melalui rekening orang lain.
  4. Q : Bagaimana cara menyetor uang jaminan lelang?
    A :
    1. Setelah Anda mendapatkan nomor Virtual Account, transfer dengan nominal yang sesuai dengan email yang diterima peserta lelang (tidak boleh disetor berangsur) atau:
    2. Sign in ke akun Lelang.go.id, kemudian klik Lelang Saya , klik Detail, dan pilih Lihat Petunjuk Pembayaran.
  5. Q : Bagaimana pengembalian uang jaminan lelang yang disetor berangsur?
    A : Pengembalian uang jaminan penawaran lelang paling lambat 1 (satu) hari kerja sejak permintaan pengembalian dari peserta lelang diterima.
  6. Q : Berapa lama pengembalian uang jaminan lelang?
    A : Pengembalian Uang Jaminan lelang lelang.go.id dilakukan:
    1. Maksimal 1 (satu) hari kerja jika bank peserta lelang sama dengan bank persepsi KPKNL;
    2. Maksimal 3 (tiga) hari kerja jika bank peserta lelang beda dengan bank persepsi KPKNL.
  7. Q : Apa yang dimaksud Nilai Limit dan Uang Jaminan Penawaran Lelang?
    A : Nilai limit adalah harga minimal barang yang akan dilelang dan ditetapkan oleh Penjual. Uang Jaminan Penawaran Lelang adalah sejumlah uang yang disetor kepada bendahara penerimaan KPKNL atau balai lelang atau Pejabat Lelang oleh calon peserta lelang sebelum pelaksanaan lelang sebagai syarat menjadi peserta lelang.
  8. Q : Siapa yang menetapkan besaran Nilai Limit dan Uang Jaminan Penawaran Lelang?
    A : Nilai Limit dan Uang Jaminan Penawaran Lelang ditetapkan oleh Penjual dan menjadi tanggung jawab Penjual.
  9. Q : Kapan batas akhir penyetoran Uang Jaminan Penawaran Lelang?
    A :
    1. Untuk uang jaminan penawaran lelang dengan jumlah paling banyak Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) dapat disetorkan langsung ke bendahara penerimaan KPKNL, Pejabat Lelang Kelas I, Balai Lelang atau Pejabat Lelang Kelas II paling lambat diterima sebelum lelang dimulai.
    2. Dalam hal uang jaminan penawaran lelang di atas Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) harus disetorkan melalui rekening bendahara penerimaan KPKNL, rekening Balai Lelang atau rekening khusus atas nama Pejabat Lelang Kelas II paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang harus sudah efektif diterima pada rekening tersebut.
    3. Untuk uang jaminan penawaran lelang yang disetor melalui rekening (Virtual Account) paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang harus sudah efektif diterima di rekening bendahara penerimaan KPKNL.
    4. Untuk lelang barang yang mudah busuk/rusak/kedaluwarsa seperti ikan hasil tindak pidana perikanan, harus sudah efektif pada rekening bendahara penerimaan KPKNL paling lambat 1 (satu) jam sebelum pelaksanaan lelang. Perlu untuk diperhatikan adalah adanya End of Day (EoD) masing-masing bank rekening penampungan KPKNL, sehingga dihimbau agar menghindari penyetoran uang jaminan penawaran lelang mendekati End of Day (EoD).
  10. Q : Langkah apa yang perlu dilakukan jika terjadi kesalahan penyetoran Uang Jaminan Penawaran Lelang melalui Virtual Account (VA) misalnya besar uang jaminan yang disetor tidak sesuai atau tertukar VA lot lelang lainnya?
    A : Jika mengalami kesalahan tersebut agar langsung menghubungi KPKNL penyelenggara lelang. Untuk proses pengembalian uang jaminan penawaran lelang, peserta akan diminta dokumen pendukung berupa surat permintaan pengembalian uang jaminan penawaran lelang yang dilengkapi fotokopi identitas dan asli bukti setor.
  11. Q : Apakah Uang Jaminan Penawaran Lelang akan dikembalikan secara utuh jika kalah lelang?
    A : Uang jaminan penawaran lelang peserta lelang yang tidak disahkan sebagai Pembeli, akan dikembalikan seluruhnya kepada peserta lelang, kecuali terdapat biaya transaksi yang dikenakan oleh Perbankan, dan biaya transaksi tersebut menjadi tanggungan peserta lelang.
  12. Q : Apakah peserta lelang akan mendapat Virtual Account (VA) untuk semua bank sesuai daftar nomor rekening yang didaftarkan untuk pengembalian uang jaminan?
    A : Sebelum melakukan penawaran, calon peserta lelang akan mendapatkan nomor Virtual Account (VA) sesuai bank penampungan uang jaminan masing-masing KPKNL penyelenggara lelang. Sedangkan untuk peserta lelang yang tidak disahkan sebagai Pembeli, uang jaminan penawaran lelang akan dikembalikan ke nomor rekening yang telah dipilih oleh peserta lelang untuk pengembalian saat akan mengikuti lelang.
E. STATUS KEIKUTSERTAAN
  1. Q: Apakah boleh saya ikut lelang kehadiran, tetapi atas nama orang lain?
    A: Boleh, dengan membuat surat kuasa notaril atau surat kuasa bermaterai yang dilampirkan dengan fotokopi KTP/SIM/Paspor pemberi dan penerima kuasa dan menunjukkan yang aslinya pada saat lelang tersebut.
  2. Q : Bagaimana cara mengikuti lelang sebagai badan hukum?
    A : Cara mengikuti lelang sebagai badan hukum adalah sebagai berikut:
    1. Badan Hukum memberi kuasa notariil ke 1 orang;
    2. Kuasa dari badan hukum tadi, mendaftar akun lelang.go.id dengan NPWP, KTP dan Nomor Rekening Pribadi;
    3. Setelah akun tervalidasi, Ikuti Lelang yang diinginkan;
    4. Setelah klik "Ikut Lelang", akan ada form Konfimasi Mengikuti Lelang;
    5. Pilih kolom "Saya mengikuti lelang ini atas kuasa dari badan hukum (sebutkan di bawah).";
    6. Lengkapi data persyaratan
      1. Nama badan hukum : diisi dengan nama badan hukum pemberi kuasa
      2. Upload file pesyaratan seperti: Surat kuasa asli, AD/ART Perusahaan (digabung menjadi 1 file , tidak lebih dari 1 MB, Tipe file yang diizinkan: .JPG, .JPEG, .PNG, .ZIP dan .PDF)
F. PENAWARAN LELANG
  1. Q : Apa itu penawaran Close Bidding? Bagaimana cara melakukan penawarannya?
    A :
    • Penawaran Close Bidding adalah:
      1. Peserta mulai diperbolehkan menawar setelah uang
      2. Jaminan diverifikasi pejabat lelang;
      3. Nilai penawaran tertinggi tidak terlihat, semua peserta dapat mengetahuinya setelah lelang berakhir;
      4. Penawaran ditutup setelah kepala Risalah Lelang di upload.
    • Cara Penawarannya:
      1. Sign in ke akun Lelang.go.id Anda;
      2. Klik Lelang saya , kemudian klik status lelang;
      3. Klik pada lelang yang sedang Anda ikuti;
      4. Lakukan penawaran beberapa kali sampai waktu lelang habis.
  2. Q : Apa itu penawaran Open Bidding? Bagaimana cara melakukan penawarannya?
    A :
    • Penawaran Open Bidding adalah:
      1. Peserta mulai diperbolehkan menawar pada tanggal dan jam yang telah ditentukan setelah kepala Risalah Lelang di upload;
      2. Nilai penawaran tertinggi akan terlihat, semua peserta dapat mengetahui secara realtime
    • Cara Penawarannya:
      1. Sign in ke akun Lelang.go.id Anda;
      2. Klik Lelang saya , kemudian klik status lelang;
      3. Klik pada lelang yang sedang Anda ikuti;
      4. Lakukan penawaran beberapa kali sampai waktu lelang habis.
  3. Q : Bagaimana jika sudah melakukan verifikasi nomor telepon tetapi gagal?
    A : Untuk saat ini, verifikasi nomor telepon tidak digunakan, Anda dapat langsung mengajukan penawaran .
  4. Q : Bagaimana jika token lelang belum diterima?
    A : Token lelang saat ini tidak dipergunakan kembali, penawaran lelang menggunakan password akun Anda.
  5. Q : Jika ada penawaran yang sama dan tertinggi pada lelang closed bidding, penentuannya bagaimana?
    A : Dalam hal terdapat Peserta Lelang yang mengajukan penawaran tertinggi yang sama melalui surat elektronik (email atau internet secara closed bidding), Pejabat Lelang mengesahkan Peserta Lelang yang penawarannya diterima lebih dulu sebagai Pembeli.
  6. Q : apa sanksi jika sudah menyetor uang jaminan lelang tetapi tidak mengajukan penawaran?
    A : tidak ada, uang jaminan lelang akan dikembalikan setelah pelaksanaan lelang berakhir.
  7. Q : apa sanksi jika sudah menyetor uang jaminan lelang tidak hadir ditempat lelang?
    A : tidak ada, uang jaminan lelang akan dikembalikan setelah pelaksanaan lelang berakhir.
  8. Q : Bagaimana cara melihat daftar penawaran yang sudah diajukan?
    A : Versi terakhir lelang.go.id tidak menampilkan daftar penawaran yang diajukan sebelumnya. Hal ini diberlakukan karena alasan keamanan. Untuk memastikan apakah penawaran yang diajukan sudah terekam atau belum maka sistem telah memberikan notifikasi (pop up message) pada sisi front-end, dan pengguna dapat melakukan screenshoot jika diperlukan. Kemudian sistem juga mengirim email pemberitahuan berisi status penawaran yang diajukan berhasil atau tidak.
  9. Q : Apakah bisa menawar lebih rendah dari penawaran sebelumnya?
    A : Untuk lelang dengan penawaran closed bidding : penawaran yang diakui adalah penawaran terakhir. Penawaran terakhir closed bidding dapat lebih rendah dari penawaran sebelumnya. Sedangkan untuk lelang dengan penawaran open bidding tidak dapat menawar lebih rendah dari penawaran sebelumnya. Penawaran open bidding harus lebih tinggi dari penawaran terakhir
G. PEMENANG DAN PELUNASAN LELANG
  1. Q : Apa prosedur yang harus saya lakukan ketika sudah melakukan pelunasan lelang?
    A : Mendatangi KPKNL tempat Anda mengikuti lelang untuk meminta penerbitan asli kuitansi dan kutipan risalah lelang dengan membawa:
    1. bukti pelunasan harga lelang;
    2. bukti pembayaran Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dibayarkan ke DISPENDA setempat jika objek lelang yang Anda menangkan berupa Tanah dan/atau Bangunan;
    3. Fotocopy KTP;
    4. Materai 2 lembar.
  2. Q : Bagaimana cara melakukan pelunasan lelang setelah ditetapkan sebagai pemenang?
    A :
    • Cara Pertama:
      1. Cek email yang dikirimkan sistem lelang ke alamat email Anda;
      2. Ikuti petunjuk pelunasan yang telah dilampirkan.
    • Cara Kedua:
      1. Sign in ke akun Lelang.go.id Anda
      2. Klik Lelang saya, kemudian klik status lelang;
      3. Klik Detail pada objek lelang yang Anda ikuti;
      4. Ikuti petunjuk pelunasan yang ada.
  3. Q : Bagaimana jika saya sudah melakukan pelunasan, tetapi tidak mendapatkan notifikasi lunas?
    A : Segera hubungi KPKNL penyelenggara lelang sekaligus mengurus asli kuitansi dan Kutipan Risalah Lelang.
  4. Q : Berapa lama penetapan pemenang lelang?
    A : Penetapan pemenang lelang maksimal 1(satu) jam setelah lelang berakhir.
  5. Q : Biaya apa saja yang harus dibayarkan saat menjadi pemenang lelang ?
    A : Biaya yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut:
    1. Bea Lelang pembeli maksimal 3% (tarif berbeda-beda sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2018 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Keuangan);
    2. Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dibayarkan ke DISPENDA setempat; dan
    3. dan Bea Materai.
  6. Q : Saya akan melakukan pelunasan lelang, tetapi dana nya dari rekening yang berbeda, diperbolehkan?
    A : Boleh, dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Pembayaran sesuai dengan kode Virtual Account (VA) pemenang lelang;
    2. Tidak melebihi batas waktu pelunasan (5 hari kerja sejak hari lelang);
    3. Melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke KPKNL penyelenggara lelang.
H. RISALAH LELANG
  1. Q : Apabila kutipan risalah lelang saya hilang, apakah saya boleh meminta lagi?
    A : Boleh, dengan mengajukan surat permohonan penerbitan kutipan risalah lelang pengganti karena hilang kepada Kepala KPKNL penyelenggara lelang.
  2. Q : Berapa lama proses pembuatan kutipan lelang?
    A : Proses pembuatan kutipan lelang adalah 1(satu) hari sejak permohonan diterima dan dilengkapi dengan syarat yang ditentukan.
  3. Q : Jika kutipan risalah lelang tidak selesai dalam waktu yang ditetapkan, apa yang harus saya lakukan?
    A : Anda dapat berkoordinasi dengan Kepala KPKNL penyelenggara lelang.
I. PEJABAT LELANG KELAS II
  1. Q : Adakah daftar Pejabat Lelang Kelas II dan Balai Lelang yang melayani lelang sukarela?
    A : Untuk informasi tersebut, Anda dapat mengakses halaman dibawah ini:
    https://www.djkn.kemenkeu.go.id/2013/files/uploads/Daftar_Alamat_Balai_Lelang.pdf
  2. Q: Bagaimana cara menjadi pejabat lelang kelas II?
    A: Anda dapat mengakses informasi tersebut pada langkah dibawah ini:
    1. Membuka website DJKN www.djkn.kemenkeu.go.id/
    2. Klik Ke Homepage, kemudian klik Knowledge Base;
    3. Pilih Lelang, kemudian klik subfolder Jenis lelang dan persyaratannya;
    4. Pilih subfolder Layanan Direktorat Lelang Kantor Pusat DJKN;
    5. Kemudian pilih SOP Pemberian Izin Pengangkatan Pejabat Lelang Kelas II.
  3. Q : Bagaimanakah prosedur pengajuan permohonan pendirian balai lelang?
    A : Untuk prosedur pengajuan permohonan pendirian balai lelang, dapat diakses pada langkah dibawah ini:
    1. Membuka website DJKN www.djkn.kemenkeu.go.id/
    2. Klik Ke Homepage, kemudian klik Knowledge Base;
    3. Pilih Lelang, kemudian klik subfolder Jenis lelang dan persyaratannya;
    4. Pilih subfolder Layanan Direktorat Lelang Kantor Pusat DJKN;
    5. Kemudian pilih SOP Pemberian Izin Operational Balai Lelang.
  4. Q : Kapan ujian pejabat lelang dilakukan?
    A : Kebutuhan Pejabat Lelang disesuaikan oleh formasi Pejabat Lelang per wilayah sehingga setiap tahun belum tentu ada pembukaan Pejabat Lelang. Kami sarankan untuk mengirim surat ke Direktorat Lelang terkait informasi lowongan sebagai Pejabat Lelang.